AMBON,JemaatSyaloom- Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Kota Ambon Jemaat Syaloom menggelar persidangan ke-30, dengan mengusung tema “Beritakanlah tahun rahmat Tuhan telah datang dan kerjakanlah keselamatanmu”, Minggu (21/1).
Sidang yang dihelat di Gedung Gereja Syaloom itu dihadiri Pendeta Lo Mustamu dan penatua Roy Mongie dari Majelis Pekerja Klasis (MPK) dan Lurah Batumeja Siti Tuanaya mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon serta peserta sidang.
Saat membuka sidang, Mustamu dalam arahannya sangat mengharapkan agar program yang nantinya diusulkan dapat berjalan dengan baik sesuai kebutuhan umat dan pelayanan. Dimana memperkuat konseling dan pembinaan keluarga jadi hal tak kalah penting.
“Efektifitas program juga harus selaras dengan anggaran dan waktu, jangan banyak program yang direncanakan, dirancang namun sedikit yang terealisasi, kerjanya menjadi tidak maksimal. Sebab juga ini tahun terakhir majelis periode 2020-2025,” pintanya.
Apalagi, akan ada dua agenda penting yang dihadapi umat di Klasis Kota Ambon tahun ini yaitu pemilihan umum (Pemilu) pada 14 Februari dan pemilihan Majelis Jemaat yang tahapannya dimulai Juni mendatang tentu harus jadi atensi bersama.
Di kesempatan yang sama, Ketua Majelis Jemaat Syaloom Pdt. Lodry Samual mengaku, Majelis Jemaat telah berupaya melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan realisasi program pelayanan yang telah ditetapkan serta menyelesaikan persoalan dinamika Jemaat, namun disadari belum maksimal karena keterbatasan dan kendala lainnya.
Dikatakan, ada empat momen penting akan jalan tahun ini dan mesti jadi gumulan sidang jemaat ke-XXX yaitu pesta demokrasi Pemilu. Harus diingat bahwa Pemilu sesaat, persaudaraan selamanya. Pemekaran sektor dan penataan unit pelayanan yang prosesnya sudah dimulai Juni ini, penthabisan gedung Gereja Anugerah dan pemilihan Majelis Jemaat periode 2025-2030.
“Kesuksesan keempat momen itu jadi tanggungjawab kita semua sebagai pelayan dan umat,” terang Pendeta Samual.
Sementara Lurah Batumeja Siti Tuanaya menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berharap melalui sidang ke-30 Jemaat Syaloom ini, bisa melahirkan program-program strategis yang dapat mendukung dan mensukseskan visi misi serta program pemerintah.
“Pemkot tidak bisa berkerja sendiri untuk memajukan Kota Ambon. Butuh peran serta semua pihak terutama masyarakat. Apalagi 2024 merupakan tahun politik. Hendaknya dimaknai dengan bijak oleh seluruh umat. Jangan sampai ada perpecahan hanya karena berbeda pandangan politik,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua panitia pelaksana sidang ke-XXX Hengky Tamtelahitu dalam laporannya katakan, sidang ini dihadiri 114 peserta biasa dan luar biasa. Mereka terdiri dari unsur Majelis Jemaat, MPK, perutusan sektor, wadah organisasi, tim kerja/bentukan.
“Sebelum bersidang, panitia telah lebih dulu memfasilitasi dilakukannya penelaan Alkitab dan penjelasan Sub Tema serta Pra sidang yang diikuti peserta sidang. Maka diharapkan para peserta bisa manfaatkan waktu sebaik mungkin sehingga bisa selesai sesuai target,” pungkasnya.
Diketahui, setelah bersidang kurang lebih 8 jam, akhirnya forum sepakati lahirnya tujuh (7) keputusan, 10 rekomendasi, anggaran pendapatan dan belanja yang berimbang, program kegiatan di empat seksi serta pesan persidangan. (Tim MM)
