AMBON, Jemaat GPM Syaloom,- Sejak diresmikan penggunaannya pada tahun 2008 lalu, kini Gedung Gereja Pengharapan Jemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon telah masuki usia ke-14 tepat 10 Februari 2022.

Umat dan pelayan di Jemaat GPM Syaloom pun mensyukurinya dalam ibadah yang dipimpin Pendeta Nn. M.D Huliselan, Kamis (10/2) malam, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes)
Dalam refleksi HUT, Pendeta Huliselan katakan, Gedung Gereja bisa dibangun dalam kurun waktu tertentu, 2-3 tahun. Tapi membangun karakter umat sebagai gereja yang hidup adalah sangat penting.
“Cara kita bersyukur dan memaknai kasih Allah, berjumpa dengan Yesus melalui doa, baca Alkitab dan puji-pujian. Pertanyaan sederhana, Gereja selalu terbuka. Tapi sudah berapa kali kita ke Gereja berdoa, bergumul dan mengaku hidup kepada Tuhan?,” ungkap Pendeta En.
Pendeta En berpesan, hanya Yesus lewat kuasaNya yang dapat mengubah hidup umatNya. Maka bagaimana menyenangkan hati Tuhan?, tentu adalah dengan cara bersyukur.

“14 tahun Gereja Pengharapan; Allah berbicara lewat firman-Nya, doa dan karya untuk memuliakan Allah, banyak hamba yang telah berkarya dan melayani,” ujar Pendeta En.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom Pendeta L.F Samual dalam sambutannya mengaku, sebagai pelayan dan umat, sudah diarahkan untuk memanfaatkan gedung Gereja sebagai tempat gumulan, pelayanan.
“Tidak harus mendewakan gedung Gereja, tapi memang jadi sebuah model perjuangan dan gumulan jemaat untuk gedung ibadah yang representatif. Maka maknai adanya gedung Gereja ini sebagai karya dari Tuhan dalam keterbatasan sebagai orang percaya,” harap Samual.
Gedung Gereja Pengharapan ini sambungnya, dibangun sejak 2008 dengan penuh pengorbanan, gumulan, suka, duka, peluh dan airmata. Bahkan ada orang-orang yang punya kontribusi, telah dipanggil Tuhan lebih dulu.

Karena itu usia 14 tahun, mesti semua kita menjaga dan merawatnya dengan baik.
Gunakanlah pula gedung Gereja ini sebagai tempat doa, gumul pribadi, keluarga sebagai bentuk syukur kepada kasih Allah.
“Kemegahan, kerapian dan kebersihan Gedung Gereja harus juga ditunjukkan kita dalam hidup, sebagai wujud Gereja yang hidup. Jaga kekudusan Gereja ini maka demikian kita pun bisa mampu menjaga kekudusan hidup keluarga dan rumah tangga kita,” pesan Pendeta Ody. (Tim MM)
