Bagiakan Postingan :

AMBON,JemaatSyaloom,- Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Kota Ambon menggelar persidangan ke-29, dengan mengusung tema “Beritakanlah tahun rahmat Tuhan telah datang dan kerjakanlah keselamatanmu”, Minggu (12/2). Pelaksanaan sidang dihelat di Gedung Gereja Syaloom, dihadiri Ketua Klasis Kota Ambon, Pendeta Nick Rutumalessy dan penatua Elvis Pattiselano, Sekretaris Kecamatan Sirimau, Ricky Manuel dan Lurah Batumeja Siti Tuanaya mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon serta peserta sidang. Saat membuka sidang, Rutumalessy dalam arahannya sangat mengharapkan agar program yang nantinya diusulkan dapat berjalan dengan baik sesuai kebutuhan umat dan pelayanan.

“Efektifitas program juga harus selaras dengan anggaran, jangan banyak program yang direncanakan namun sedikit yang terealisasi, kerjanya menjadi tidak maksimal,” pintanya. Hal ini kata Pendeta senior yang akan memasuki masa purnatugas itu, belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, banyak program diangkat dan diputuskan namun tidak efektif bahkan tidak membawa imbas positif kepada umat. Di kesempatan yang sama, Ketua Majelis Jemaat Syalom Pdt. Lodry Fence Samual mengaku, Majelis Jemaat telah berupaya melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan realisasi program pelayanan yang telah ditetapkan serta menyelesaikan persoalan dinamika Jemaat, namun disadari belum maksimal.

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tim Litbang Jemaat, pencapaian realisasi kegiatan dan rekomendasi sebesar 60.27%, dengan kategori cukup baik. Sedangkan sisi keuangan, pendapatan tidak mencapai 100 persen atau hanya sebesar 90.5%,” jelasnya. Adapun pendapatan tetap yang berasal dari tanggungan pelayanan warga Gereja seperti Iuran fungsional dan lainnya tambah Samual, hanya mencapai target 30.74% atau 27 juta dari rancangan yang ditetapkan sebesar Rp 88.800.000. “Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita sekaligus menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan. Dan tentunya memberi pemahaman sebagai kewajiban warga Jemaat,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Kecamatan Sirimau, Ricky Manuel menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berharap melalui sidang ini, Jemaat Syaloom bisa melahirkan program-program yang dapat mendukung dan mensukseskan program pemerintah, salah satunya perwujudan Ambon bersih. “Soal ini kembali ke kesadaran masyarakat, selain upaya maksimal pemerintah. Selain itu, 2023 ini tahun politik. Maka hendaknya dimaknai dengan bijak seluruh Jemaat. Jangan sampai ada perpecahan hanya karena berbeda pandangan politik. Dalam demokrasi perbedaan itu sah-sah saja bila disikapi dengan bijak,” ingatnya. Sebelumnya, Ketua panitia pelaksana sidang ke-29 Jomima Tatipikalawan dalam laporannya katakan, sidang ini sebagai media untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan, rekomendasi dan APBJ yang ditetapkan dalam persidangan ke-28 tahun 2022.

“Juga sebagai media untuk menyusun dan menetapkan program dan kegiatan strategis misalnya rekomendasi dan APBJ untuk tahun pelayanan 2023 yang akan dirumuskan lewat sidang komisi yang tentu akan ditoboti dengan berbagai masukkan dari peserta,” jelas Tatipikalawan. Dijelaskan, sebelum agenda sidang dengan 110 peserta dari Majelis, perutusan Sektor, wadah organisasi dan lembaga bentukan ini, telah didahului dengan kegiatan Penelaan Alkitab pada 3 Februari 2023 di 4 sektor pelayanan dan pemahanman Sub Tema dan Pra sidang sehari kemudian yang diikuti peserta sidang. (TIM MM)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *