AMBON,Jemaat Syalom,- Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Syaloom Klasis Kota Ambon menggelar persidangan XXXI tahun 2025, Minggu (16/2/25). Sidang dibuka anggota Majelis Pekerja Klasis (MPK) Kota, Penatua M.J. Saptenno, ditandai dengan pemukulan tifa, yang didampingi Ketua Majelis Jemaat, Pendeta L.F. Samual, Ketua Panitia Pelaksana Sidang XXXI, Andrey da Costa, pelayan firman Pendeta Belly Pattihawean, perwakilan Camat Sirimau dan perwakilan Lurah Batu Meja. Persidangan XXXI masih mengusung tema lima tahunan yaitu “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang dan Kerjakanlah Keselamatanmu” (Yesaya 61:1-2, Filipi 12:12) dan sub tema “Teguhlah sebagai Gereja yang Profetik untuk terus berbuah bagi kehidupan bersama”. Penatua Saptenno mengatakan, MPK Klasis Kota Ambon berterima kasih kepada Jemaat-Jemaat termasuk pelayan dan umat di Jemaat Syaloom atas dukungan terhadap seluruh program dan pelayanan yang dilakukan selama lima tahun. Harapannya, dukungan itu terus diberikan guna menopang pelayanan.

“Tahun ini tanggal 23 Februari mendatang, kita akan melakukan pergantian kepemimpinan MPK di Sidang Klasis dan Oktober untuk MPH di Sidang Sinode. Kami mohon dukungan jemaat terhadap dua agenda penting itu,” tandas mantan Rektor Unpatti itu. Seiring selesainya Pilkada 2024 dan Pentahbisan Majelis Jemaat masa pelayanan 2025-2030, maka diharapkan umat di Klasis Kota senantiasa menopang kepemimpinan Gubernur-Wagub Maluku dan Walikota-Wawali Kota Ambon yang akan dilantik 20 Februari mendatang.

Selain itu, melihat hasil Balitbang Klasis yang menunjukkan tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan, anak dan rumah tangga di Jemaat-Jemaat, menunjukkan adanya krisis dalam pembinaan keluarga. Karena itu diminta agar program penguatan spiritual umat perlu ditingkatkan agar bermakna dan berdampak bagi Jemaat. “Tolong evaluasi, apakah setiap pagi dan sore membaca firman Tuhan???, Binakel jalan atau tidak, belajar malam. Itu hal sangat penting. Demikian pula kita harus menjaga anak-anak kita agar tidak terpancing dengan isu-isu yang memecah belah kehidupan umat beragama,” pintanya.

Tak lupa, Saptenno juga menyoroti persoalan sampah yang masif terjadi di kota ini. Paling penting mendorong perubahan perilaku umat, sebab bukan saja tanggung jawab pemerintah. Hal lain pula terkait ketahanan bencana, persoalan pemberdayaan ekonomi umat yang mulai tersingkir dengan banyaknya kios-kios luar 24 jam. “Ini masalah serius yang harus disikapi di sidang Jemaat Syaloom, sebab persoalan ekonomi umat dengan sendirinya tersisih. Juga tak kalah penting bagaimana kita pikirkan desain formula mempersiapkan SDM jemaat untuk masuk ke ranah strategis, politik, kampus hingga pemerintahan, agar kita tidak kalah saing dengan orang luar,” pintanya.

Sementara itu, Pendeta L.F Samual menyebut, sidang XXXI ini sekaligus merupakan tahun kelima pemberlakuan rencana strategi (Renstra) Jemaat yang disesuaikan dengan PIP/RIPP GPM. Karena itu penting diatensi oleh peserta sidang untuk evaluasi. “Dari 86 jenis kegiatan yang dirancang tahun 2024, tergambar 78 kegiatan terealisasi tanpa monitoring dan evaluasi (Moneva). Namun sesuai hasil Moneva oleh tim Balitbang Jemaat, tercatat 73,26 persen atau kategori cukup baik, dengan realisasi keuangan di angka 95,63 persen,” terangnya.

Selain mengevaluasi program dan kegiatan pelayanan 2024, diharapkan juga peserta sidang XXXI bisa objektif mempertimbangkan kenaikan iuran jemaat yang telah bertahan 30 tahun yakni Rp 5 ribu/KK. Serta memperhatikan atensi MPK untuk meningkatkan pembinaan dan penguatan spiritual umat yang dimulai dari dalam keluarga. “Kami harapkan merancang postur APBJ dengan mempertimbangkan efisiensi dan perkembangan jemaat. Tentu selain itu, juga perhatian dan dukungan semua umat terhadap upaya mempersiapkan pentahbisan Gedung Gereja Anugerah pada 29 Juni, renovasi konsistori Gereja Pengharapan dan pastori,” harap Samual. Sementara, Camat Sirimau yang diwakili Seksi PU Gerald. Perloy menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berharap melalui sidang XXXI Jemaat Syaloom ini, bisa melahirkan program-program strategis yang dapat mendukung dan mensukseskan visi misi serta program pemerintah.

“Pemkot tidak bisa bekerja sendiri untuk memajukan Ambon. Butuh peran serta semua pihak terutama masyarakat. Apalagi tahun ini di bulan Februari merupakan waktu peralihan kepemimpinan kota Ambon. Dukungan warga kota terutama di Jemaat Syaloom sangat diharapkan agar Ambon semakin lebih baik dan maju kedepan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua panitia pelaksana sidang ke-XXXI Andrey da Costa dalam laporannya katakan, sidang ini dihadiri 156 peserta biasa dan luar biasa. Mereka terdiri dari unsur Majelis Jemaat, MPK, perutusan sektor, wadah organisasi, tim-tim kerja, lembaga permanen dan non permanen tingkat Jemaat. “Sebelum bersidang, panitia telah lebih dulu memfasilitasi dilakukannya penelaan Alkitab dan penjelasan Sub Tema serta Pra sidang yang diikuti peserta sidang. Maka diharapkan para peserta bisa manfaatkan waktu sebaik mungkin sehingga bisa selesai sesuai target,” pungkasnya. (Divisi Website)
