AMBON,JemaatSyaloom,- Persidangan ke-28 Jemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon dipandang sebagai bentuk evaluasi pertanggungjawaban iman warga Gereja khususnya pelayan dan umat terhadap semua program pelayanan yang dilakukan selama satu tahun. “Selain evaluasi pertanggungjawaban iman, juga bagaimana merumuskan program dan kebijakan berkaitan dengan pelayanan umat maupun kepentingan menjaga keutuhan ciptaan alam. Sebab kita tidak bisa hidup tanpa alam, begitupun sebaliknya,” pesan Pendeta Sony Hetharia dalam khotbahnya di ibadah pembukaan sidang ke-28 Jemaat GPM Syaloom di Gereja Syaloom, Minggu (23/1/22).

Majelis Pekerja Klasis (MPK) Kota Ambon Pendeta Lo Mustamu berpandangan, sidang ini memiliki posisi strategis. Bukan hanya wujud pelaksanaan tugas organisasi atau kelembagaan, tapi perbuatan dan tindakan teologis yang diaktakan dalam keputusan ber-Gereja. “Jadikan sidang ini tempat evaluasi seluruh gerak pelayanan yang dilakukan sekaligus jadi referensi dan mereformulasi pelayanan Gereja. Prioritaskan program yang berbasis pada Renstra, sesuai kebutuhan dan karakteristik Jemaat, serta bertumpu pada kekuatan finansial,” harapnya saat membuka sidang.
Selain itu, Mustamu juga meminta agar pendampingan dan pelayanan kepada umat harus ditingkatkan, penataa kelola keuangan Gereja dimaksimalkan demi menjawab gumulan umat, pastoralia dan konseling serta pemberdayaan ekonomi umat lebih tingkatkan dalam pendekatan tertentu.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom Pendeta L.F Samual mengakui, tugas sidang Jemaat sesungguhnya untuk mengevaluasi dan menetapkan program pelayanan, evaluasi dan tetapkan APBJ serta membahas masalah umat yang relevan. “Realisasi program tahun 2021 lalu harus diakui belum maksimal karena dihadapkan pada situasi Pandemi Covid-19. Dan sungguh pun pertanggungjawaban kita tidak saja secara horizontal ke Jemaat tapi juga vertikal bagi Allah yang memberi peran dan tanggungjawab kepada kita,” ucapnya.
Karena itu, program pelayanan sudah seharusnya diarahkan pada kondisi aktual Jemaat, sesuai arah Rencana dan Strategi (Renstra) 2020-2025. Dimana penguatan spiritual umat yang dimulai dari unit/sektor dan pembangunan fisik baik pembangunan Gereja Anugerah dan Pastori III menjadi gumulan bersama dalam Jemaat saat ini. “Kematangan kita dalam konteksber-Gereja akan mendorong umat dalam membangun kehidupan yang saling berkontributif bagi perwujudan tanggungjawab Syaloom Allah ditengah-tengah dunia,” ingatnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Sidang ke-28 Jemaat GPM Syaloom, Sella Tousalwa dalam laporannya mengatakan, berbagai rangkaian kegiatan sudah dijalani sebelumnya menuju persidangan yaitu Penelaan Alkitab (PA), penjelasan tema dan sub tema sidang, pra sidang serta penyampaian materi persidangan kepada perwakilan sektor.

“Sidang ke-28 ini diikuti peserta biasa sebanyak 68 orang terdiri dari 40 Majelis dan perutusan 21 orang dari 4 sektor. Serta peserta luar biasa dari utusan sub komisi, AMGPM, Litbang, tim verifikasi, MPK serta undangan lain. Panitia berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga HUT ke-27 dan sidang ke-28 Jemaat berjalan lancar dan sukses,” demikian Tousalwa. Adapun Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Sirimau mewakili Camat, Decky Sopamena mengapresiasi warga Jemaat GPM Syaloom yang telah mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon selama ini, baik ditingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.
“Gereja berperan penting untuk sama-sama gandeng tangan dengan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan umat. Salah satunya mampu menekan laju penyebaran Covid-19 sehingga nihil kasus dan kini masuki level I. Dukungan yang sama pun diharapkan terkait vaksinasi Lansia dan anak usia 6-11 tahun yang sedang berjalan,” pungkasnya. (Tim MM)
