Bagiakan Postingan :

AMBON,Jemaat Syalom,- Pendeta Mario Manjaruni mengingatkan laki-laki dan perempuan Gereja Protestan Maluku (GPM) sebagai mitra kerja yang saling mengisi khususnya di Jemaat Syaloom Klasis Kota Ambon agar tetap setia dalam pernikahan Kristen yang telah dibangun. Ajakan itu diungkap Pendeta Mario yang juga Ketua Tim Media Center Sinode GPM dalam diskusi “Kemitraan” di pelataran Gedung Gereja Syaloom, Sabtu (20/9) sore. 

Diskusi yang mengusung topik “Kesetiaan dalam Pernikahan Kristen: Tantangan Pornografi, Perselingkuhan Digital, dan Godaan Dunia Maya”, membahas isu kekinian yang menghancurkan relasi dalam rumah tangga dan bagaimana laki-laki Kristen bersikap. Menurut Pendeta Mario, kesetiaan itu penting ditengah banyak tantangan pornografi, perselingkuhan digital dan godaan dunia maya yang akhir-akhir ini marak terjadi dan menggoyahkan ikatan pernikahan suami-istri Kristen.

“Perceraian atau rusaknya rumah tangga Kristen karena lebih utamakan HP, media sosial atau update status. Ketimbang menciptakan ruang bina keluarga (Binakel) setiap waktu, jadikan meja makan tempat kumpul keluarga, sharing atau berbagi informasi dan saling menguatkan ketika ada masalah,” sebut Bapen Mario. Dikatakan, perkembangan dunia digital selain berdampak positif, tetapi juga banyak memiliki efek negatif ketika tiap orang tidak mampu mengontrol diri masing-masing dan tidak adanya rasa saling percaya.

“Dalam hubungan keluarga atau rumah tangga Kristen, ada dua kata kunci. Pertama; “Takut kepada Tuhan” atau menjadikan Tuhan sebagai sandaran utama, jadi solusi terhadap setiap masalah. Kedua, komunikasi dan kepercayaan terhadap masing-masing sangat penting,” pesan Pendeta Mario.  Diskusi yang merupakan program sub seksi Kemitraan bekerja sama dengan Komisi Kemitraan ini dilakukan dalam rangka menyongsong HUT ke-39 Laki-laki GPM. Diikuti para pelayan khusus serta perempuan dan laki-laki GPM dari delapan sektor dalam Jemaat Syaloom, dengan kemasan santai sambil coffee sore. (Devisi Website).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *