Bagiakan Postingan :

AMBON,Jemaat Syaloom,- Sebanyak 48 orang ditahbiskan sebagai Majelis Jemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon masa pelayanan 2025-2030 dalam kebaktian di Gedung Gereja Syaloom, Minggu, 12 Januari 2025. Mereka terdiri dari 24 Penatua dan 24 Diaken yang mewakili 24 unit pelayanan dalam delapan (8) sektor. Pentahbisan dipimpin langsung Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom, Pendeta L.F. Samual, S.Th. Kebaktian pentahbisan Majelis Jemaat itu mengusung tema Mingguan “Berakar pada Kristus, Teguhlah Melayani”, dengan pembacaan Alkitab dari II Timotius 4:1-8. 

 

Pengangkatan dan pentahbisan Penatua dan Diaken masa pelayanan 2025-2030 itu berdasarkan surat keputusan (SK) Majelis Pekerja Harian Sinode (MPHS) GPM nomor 01/SND/I/MJ yang ditandatangani Pendeta E.T Maspaitella dan Pendeta I.S.I Sapulette selaku Ketua dan Sekretaris Umum MPH Sinode. Didahului dengan prosesi dan pengakuan  menjadi pelayan khusus untuk lima tahun kedepan. Suasana makin haru, tatkala proses pelepasan Stola oleh pimpinan dan pendeta Jemaat terhadap penatua dan Diaken yang telah purnabakti. 

Ke-48 Majelis Jemaat yang ditahbiskan ialah Penatua Apretsmon Timisela, Penatua Eliyas Andreas Tupan, Penatua Dina Floura Salakay/D, Penatua Rolly Yandri Muskitta, Penatua Jean Ivonne Timisela/N, Penatua Pieter Maitimu, Penatua Niklas Alex Timisela, Penatua Yane Haurissa/S, Penatua Anthonius Enos Hoke, Penatua Ramses. R.G. Patihahuan, Penatua Anthoneta Pieris/P, Penatua Jeremias Pattipeilohy, Penatua Abraham Eliza Maitimu, Penatua Samuel J.S. Radjawane, Penatua Jantje Waelauru. 

Penatua Barbalina Papilaya, Penatua Rosa H. Tehupeiory/A, Penatua Efraim Maalalu, Penatua Andre Franklin Parera, Penatua Anthoneta Maitimu, Penatua Carolus.J Latuheru, Penatua Rina. R de Fretes, Penatua Helga Matitakapa/Noya van Delsen dan Penatua Arnaldo. F Tousalwa. Kemudian Diaken Febby S. Salakory/M, Diaken Maya A. Wattimena/S, Diaken Cherly A. Palapessy/L, Diaken Randy Singadji, Diaken Jansen B. Tatipikalawan, Diaken Susana D. Sariwating/T, Diaken Sjane Titarsole/P, Diaken Yanti Tomasila/L, Diaken Nova Souhoka/L, Diaken Yustinus N. Kamanasa, Diaken Fanny Tupahamu, Diaken Andre J. Hehareuw, Diaken Frisin Putuhena, Diaken Yongky W. Lawalata, Diaken Christiane Soulisa/S. 

Diaken Olivia Ayal/P, Diaken Abiyud Siahaya, Diaken Sophia A.Y Pesiwarissa/P, Diaken Denny F. Tuwankotta, Diaken Sostenes Tanikwele, Diaken Jane. M. Leskona/A, Diaken Harry J.G Matitakapa, Diaken Novalin Sapasuru/T dan Diaken Marselindo Engko/S. Kepada ke-48 Penatua dan Diaken, Pendeta Odik Samual berpesan, menjadi Majelis Jemaat merupakan hamba, bukan tuan. Karena itu harus mengingat pesan bahwa  utamakan melayani umat, bukan dilayani.

Dengan mendasari pelayanan pada Tuhan dan melakukan penuh kerendahan hati. “Akan banyak tantangan pelayanan kedepan. Pengakuan saudara-saudari menjadi bukti kesediaan untuk melayani panggilan Tuhan selama lima tahun kedepan. Lakukan semua itu dengan sepenuh hati, tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah,” pesannya. (Divisi Website)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *