AMBON, Jemaat Syaloom- Lebih dari 30 orang anak remaja sub jenjang I dan II di Jemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon mengikuti pelatihan kepemimpinan remaja Gereja (PKRG) selama dua hari, Sabtu, 15 & 22 Maret 2025 di Gedung Gereja Syaloom. Sebanyak delapan (8) modul atau materi tingkat dasar disajikan oleh para pelatih atau fasilitator dari internal dan eksternal Jemaat yang punya kapasitas di bidang masing-masing.

Antara lain, Pelinus Latuheru, mantan penyiar RRI, master of ceremony (MC) dan eks pengurus besar AMGPM, dan terakhir menjabat Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom. Latuheru membawa materi: Kepemimpinan Kristen dan pengembangan karakter, dan komunikasi kepemimpinan dalam keterampilan dan kecerdasan sosial. Rizard Jemmy Talakua; anggota MPK Klasis Kota Ambon, aktivis LSM, ketua tim penyusun modul PKRG Sinode GPM. Talakua menyajikan materi tentang pengelolaan pertemuan, serta motivasi berprestasi dan pembentukan spiritualitas.

Kemudian, Pendeta Sandra Pesiwarissa/E; wakil ketua lembaga pembinaan jemaat (LPJ) Sinode GPM, kandidat doktor di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), pegiat isu-isu HIV/AIDS, membawakan materi tentang hidup melayani berdasarkan iman Kristen, dan manajemen pelayanan Gereja. Terakhir, Yunita Luhulima & Fianty Passa dari Rumah Generasi, sebuah Yayasan yang konsern untuk persoalan pendidikan dan kesehatan di Maluku. Keduanya tampil bersama menyajikan materi tentang hidup disiplin dan rajin, serta belajar efektif.

Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom, Pendeta L.F. Samual, S.Th bersyukur kegiatan pelatihan kepemimpinan remaja Gereja (PKRG) Jemaat yang dilakukan sejak Minggu lalu dan hari ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. “Ade-ade Remaja 1 dan 2 yang jadi peserta harus berterima kasih dan bersyukur sebab tidak semua anak bisa terlibat. Ini kesempatan yang jangan disia-siakan,” ungkapnya saat menutup kegiatan, Sabtu (22/3/25).

Apalagi materi yang disajikan pun bukan biasa-biasa tapi sebagai dasar mempersiapkan remaja menjadi calon pemimpin Gereja kedepan. Karena itu harus jadi gumulan bersama oleh Gereja, orang tua dan pengasuh serta anak-anak. “Dengan menghadirkan pelatih profesional dan terlatih di bidangnya, PKRG membentuk ade-ade yang tadinya takisu, malu-malu, jadi berani dan mau tampil. Bisa pecahkan suatu masalah, menyusun rencana kerja hingga bagaimana menjadi leader yang baik berasas Kekristenan,” akunya.

Walau dengan pelaksanaan yang singkat dan agak terlambat, Samual harapkan hasilnya tetap produktif dan berkualitas. Dimana akan diambil empat orang yang nanti mewakili Jemaat ke PKRG tingkat terampil di Klasis antara April-Juni mendatang. “Dengan mempersiapkan calon pemimpin dari Remaja lewat PKRG, semoga bisa membawa Jemaat ini ke arah yang lebih baik. Bagi yang tidak terpilih ke tingkat terampil, jangan kecil hati. Terus belajar dan mengasah diri. Mari support keempat teman yang akan mewakili Jemaat nantinya,” ajaknya. (Devisi Website)
