AMBON, Jemaat Syaloom,- Sebanyak 55 orang di Jemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon diteguhkan menjadi anggota sidi Gereja Protestan Maluku tahun pelayanan 2025 dalam kebaktian peringatan Minggu Sengsara ke-VII, Minggu (13/4/25). Peneguhan dilakukan Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom, Pendeta Lodry Samual, S.Th dan Penghentar Jemaat, Pendeta Nn. M.D Huliselan, S.Th diawali pengakuan diri menjadi “Pengikut Kristus” oleh para calon anggota sidi, yang disaksikan Majelis Jemaat, orang tua dan umat yang mengikuti kebaktian.

Ke-55 anggota sidi GPM yang baru di Jemaat Syaloom ialah Fatrisya Dayana de Queljoe, Yunita Sarimole, Melvia Soleman, Aprilia V. Matitakapa, Ellroivy D.R. Salakory, Gisela Marsia Sampono, Joan Aprilia Gaspersz, Ayu L.P. Angkotamony, Valencia B. Tousalwa, Nadine. N Putuhena, Elma A. Malueka, Abigael C. Pieris, Juliansya B.E Sudjiman. Agusthina P. Singadji, Marthasya Solissa, Pascaline P. Muskitta, Diva E.A. Siahaya, Cleadiane A. Manduapeessy, Rohati Amanda, Sheyrel. Engko, Gloria M. Tousalwa, Jen Y. Solissa, Finelisabeth. T. Gomies, Alisa Ririnama, Celsy D. Tipawael, Cheetrin V. Sihasale, Christy. M. Saiya, Ivana P.
Samual. Marchelo Makatita, Vicaristo S. Ngilamele, Aljun Yernunu, Jesly Metekohy, Zeth. S. Teterissa, Meirel R. Tomasoa, Hesti A. Timisela, Erick Parera, Adith. F Picauly, Raphael J.W Lopulalan, Josua Soumokil, Maryo Gaspersz, Noel V. Titihalawa, Daniel P. E. Kols. Raldo Leimena, Michael. Erick. J Lopulalan, Grandioso D.E. Latupeirissa, Frans. M Radjawane, Oscar Parera, Corneles Laratmase, Bryan F. Nussy, Rainer C. Sariwating, Lodewyk. J Picauly, Orelsyo. M Muskitta, Patrickjuan. H Pesulima, Willem R.E. Sudjiman dan Izaac. Yani Timisela.
Kepada anggota sidi GPM yang baru, Pendeta Samual tegaskan, butuh kesediaan untuk menyangkal diri dan bersedia mengikut Tuhan di jalan kesengsaraan. “Menjadi murid Tuhan harus siap menderita. Untuk menjadi hamba yang taat, harus belajar dari penderitaan yang dijalani Tuhan. Namun di tengah penderitaan, yakin Allah tetap menyertai kita,” pesan Pendeta Lodry. Dikatakan, jika sudah mengaku memikul salib, jangan sekalipun memberontak atau mundur walau banyak tantangan dan rintangan di depan. Jangan pula ingkari janji hari ini. Sebab orang-orang yang berontak dan ingkar janji, akan mendapat ganjaran.

“Tidak semua jalan yang kita jalani adalah salib. Kita menderita karena berbuat jahat kepada orang lain atau menderita karena kebodohan kita, itu bukanlah jalan salib namun karena diri kita sendiri. Dengan menjaga lidah, agar kata-kata yang keluar memberkati orang lain bentuk keteladanan kita sebagai pengikut Kristus. Sama seperti Yesus yang memberi keteladanan dan ketaatan,” jelasnya. (Devisi Website)
