Bagiakan Postingan :

AMBON,Jemaat Syaloom,- Setelah menjalani ziarah pelayanan selama 8 tahun 5 bulan 7 hari di Jemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon, Pendeta Nn.M.D Huliselan, S.Th pun akhirnya harus meninggalkan Jemaat yang berada di jantung kota Ambon itu untuk berpindah ke Jemaat GPM Negeri Lama Klasis Pulau Ambon Utara. Hal itu ditandai dengan kebaktian tutup kerja yang dipimpin oleh Pendeta En, sapaan akrabnya dalam ibadah Minggu, 4 Mei 2025. Kebaktian dihadiri Ketua Klasis GPM Kota Ambon Pendeta Riko Rikumahu dan Sekretaris Klasis, Pendeta Max Takaria.

Hadir pula Majelis Jemaat GPM Negeri Lama, keluarga Pendeta Nn. M.D Huliselan serta ratusan umat. Kebaktian diisi dengan sajian firman hingga lantunan puji-pujian dari kelompok Ukulele SD Halong, Paduan Suara Ora et Labora, Kwintet Syaloom serta Laetentur Voice. Suasana sukacita bercampur haru terasa di momen tersebut tatkala Pendeta En menyampaikan sepatah katanya di hadapan Jemaat.

“20 kali perpisahan dengan wadah organisasi dan pelayanan di Jemaat, 20 kali pula harus menguras air mata dan sadar itu ketulusan dari Jemaat. Beta mohon maaf atas segala kurang dan khilaf selama ini baik kata maupun perbuatan,” ucap Pendeta En. Baginya, melayani itu tugas dan panggilan sehingga harus dijalani tanpa persungutan, walau medan berat, naik turun gunung sekalipun.

“Beta dapat banyak di Jemaat Syaloom. Baik dukungan moril, material dan terlebih doa. Minta dukungan dan doa agar bisa jalani pelayanan baru di Jemaat Negeri Lama. Doa itu kekuatan kita dan perjumpaan katong akan selalu ada dalam doa,” ungkapnya.

Mewakili umat, ibu Oli Tahya/B mengakui, Jemaat GPM Syaloom merasa kehilangan dan sedih harus melepas kepergian Pendeta En ke Jemaat yang baru. Sebab sebetulnya selama 8,5 tahun telah menyatu darah dan daging antara Pendeta En dan umat. Namun karena tuntutan pelayanan sehingga harus berpisah.

Di tempat yang sama, Ketua Klasis Pendeta Riko Rikumahu turut merasakan betapa relasi Pendeta En dan Jemaat Syaloom adalah relasi yang sangat personal. Sebab Pendeta En mampu melakukan peran pelayanan dengan sungguh-sungguh. Karena itu selaku pimpinan Klasis, mesti mengucapkan terima kasih kepada Majelis Jemaat dan umat di Jemaat Syaloom atas kesediaan dan kerendahan hati menerima pelayanan Pendeta En selama 8 tahun 5 bulan.

“Kebutuhan spiritualitas dan hidup Kristen terwakili lewat ibu Pendeta En. Jemaat ini juga telah mengubah Pendeta En untuk masuki Jemaat baru dengan mantap. Momen menerima dan melepas hamba Tuhan jadi ruang refleksi bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya dalam pelayanan,” demikian Pendeta Rikumahu. Momen tutup kerja Pendeta En Huliselan diakhiri dengan pemberian tanda kasih dari beberapa wadah organisasi serta jabat tangan bersama. (Devisi Website)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *