Bagiakan Postingan :

Pada Hari Minggu tanggal 21 September 2025 Seksi PIPK Sub Seksi Pemberdayaan Ekonomi Umat melakukan kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan bagi tanaman pangan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari  24 unit di 8 Sektor pelayanan dalam Jemaat Syaloom. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Sub Seksi Pemberdayaan Ekonomi Umat Dkn. Noval Sapasuru/Tousalwa bertindak sebagai moderator dan Sambutan oleh  Ketua Seksi PIPK Pnt. Ibu. Antoneta Maitimu.

    

Kegiatan pelatihan ini dilakukan agar umat di dalam Jemaat Syaloom dapat mengoptimalkan ruang atau pemanfaatan lahan pekarangannya, mengingat kondisi lahan di dalam jemaat Syaloom yang sempit dan terbatas dalam proses bercocok tanam. Kegiatan ini juga bertujuan  untuk menghasilkan pangan, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, meningkatkan pendapatan, menciptakan lingkungan hijau, dan melestarikan budaya lokal, melalui budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman obat, serta ternak dan ikan, dengan memanfaatkan teknologi seperti hidroponik dan vertikultur pada lahan sempit. Kegiatan ini mengangkat tema Hidroponik Mudah dan Ramah Lingkungan.

Hidroponik Adalah suatu metode bercocok tanam tanpa tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi atau media tanam inert untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Kenapa harus Hidroponik..? Menurut pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Jeanne. I. Nendissa, SP., MP (Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian) yang bertindak  sebagai Narasumber, Beliau menyampaikan bahwa proses penanaman secara hidroponik ini sangat menguntungkan baik dari segi penggunaan lahan juga system hidroponik ini memungkinkan tanaman dapat tumbuh dengan cepat, sehat dan juga hemat. Setelah memberikan materi selama 30 Menit kemudian dilanjutkan dengan praktek.. Para peserta pelatihan diajarkan bagaimana caranya menanam secara system Hidropoinik serta mengenall bahan dan alat apa saja yang dibutuhkan untuk proses penanaman ini.

Di dalam praktek, Para peserta diberikan masing-masing 1 loyang, 1 saringan serta 1 pak bibit tanaman kangkung. Selain diajarkan cara menanam seledri dan kangkung para peserta juga diajarkan cara membuat campuran Nutrisi dengan pencampuran Pupuk Urea dan pupuk NPK 16:16 dengan perbandingan 70:30. Para peserta diminta untuk mempraktekkan secara langsung serta menyimpan tanaman tersebut di halaman gereja dan akan terus datang untuk memantau hasil tanamannya selama 21 hari kedepan.

Para peserta sangat antusias dalam melakukan kegiatan pelatihan ini sehingga tanpa terasa kegiatan berjalan selama 3 jam dan kegiatan ini ditutup dengan pembagian hadiah Loyang, keranjang dan bibit kepada  7 orang yang bisa menjawab pertanyaan dari moderator. 

Setelah semua kegiatan selesai, kegiatan ini ditutup dengan doa oleh ibu Pdt. Erna Lessil sebagai Pdt. Jemaat Syaloom. Besar harapan kami semoga kegiatan yang dilakukan ini dapat benar-benar bermanfaat dan dipraktekan lagi dirumah untuk meningkatkan perekonomian keluarga di dalam Jemaat Syaloom.

 

Kami Mengucapkan terimakasih kepada semua pihak  yang sudah membantu mensukseskan kegiatan ini. Terima kasih kepada Bpk. Pdt. L. F. Samual, S.Th selaku Ketua Majelis Jemaat dan Ibu Pdt. H. R. Lessil, S.Th selaku Pdt Jemaat Syaloom yang selalu mendukung dalam setiap aspek  dan memberikan sumbangan pikiran dan penguatan, Terima kasih kepada Narasumber Ibu. Jeanne. I. Nendissa, SP.,MP yang sudah memberikan materi dan berbagi ilmunya. Terimakasih kepada Ibu Pnt. Antoneta Maitimu selaku ketua seksi PIPK serta terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua warga Jemaat Syaloom yang selalu setia mendukung semua kegiatan yang berlangsung dalam Jemaat ini. Kiranya Tuhan Yesus sang Putra gereja akan terus memberkati kita semua dalam setiap pelayanan yang dilakukan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *