Bagiakan Postingan :

AMBON,Jemaat Syaloom,- Syukur tiada bertepi. Perjalanan panjang pelayanan telah ditapaki. Ada suka dan duka. Ada tawa, juga airmata. Semua dilalui dengan satu lafaz doa kepada sang pemilik hidup. Para pelayan dan ratusan umat Jemaat GPM Syaloom pun menyatu dalam ungkapan itu, 31 tahun Tuhan begitu baik. Dalam kesederhanaan namun penuh sukacita puji-pujian dinaikkan, Kamis (8/1/26) malam.

Dari merdunya lantunan paduan suara, dipadu petikan kelompok Ukulele dari anak-anak hingga solois dengan tembangnya. Dalam khotbahnya, Pendeta Alen Takaria mengajak umat dan pelayan di Syaloom untuk bersyukur. Sebab 31 tahun bukan lagi usia remaja, tetapi sudah dewasa dan matang. “Umat dan pelayan harus menyatu. Bersukacita selalu. Tidak boleh ada kesenjangan dalam pelayanan. Kalau ada salah, kurang. Bicara baik-baik, evaluasi dan perbaiki,” pinta Takaria. Sebab menurut dia, ini adalah hari yang dijadikan Tuhan. Karena itu harus terus bersyukur dan bersukacita selalu. “Tahun 2026 di usia 31, mesti jadi komitmen bersama pelayan dan umat untuk saling menguatkan dalam pelayanan,” pesan Pendeta Alen. 

Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom, Pendeta L.F Samual juga menyampaikan pesan penting. Agar menjadikan HUT ke-31 sebagai momen berefleksi atas perjalanan penyertaan Tuhan kepada jemaat selama ini.  “Kami akui sebagai pelayan, masih banyak yang kurang selama setahun pelayanan 2025. Demikian pula partisipasi umat masih jauh dari harapan. Tapi kita harus tetap meminta hikmat dan kasih karunia dari Tuhan agar mampukan,” ajaknya. 

Samual juga mengajak, umat dan pelayan menjadikan momen ini sebagai anugerah yang Tuhan percayakan, maka harus kembalikkan dalam kesediaan menjalani tugas dan tanggungjawab pelayanan. “Dari Syaloom kita semua harus menjadi agen damai sejahtera dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat,” pesannya.  Momen syukur HUT ke-31 itu diakhiri dengan tiup lilin secara bersama oleh Ketua Majelis Jemaat dan Pendeta Jemaat, Pendeta Herna Lessil/S, diikuti makan Patita bersama di parkiran luar gedung Gereja. (Deivisi Website)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *