Oleh :
Ns. Christy N M Hitijahubessy, M.Kep.,Sp.Kep.Mat
Dosen Poltekkes Kemenkes Maluku
Perkembangan dunia di era modern turut mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, yang tanpa disadari menghasilkan karakter yang berbeda-beda. Karakter merupakan sesuatu yang tidak dapat dilihat secara kasat mata dalam kehidupan manusia, namun karakter dapat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Karakter dalam ilmu psikologi lebih dikenal dengan kepribadian. Kepribadian manusia terbentuk tidak hanya melalui warisan orang tua, tetapi juga oleh lingkungan, seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dimana seseorang berada. Selain itu, karakter manusia juga bisa berkembang sesuai usia,artinya semakin banyak usia dewasa, maka orang tersebut akan semakin dewasa. Untuk lebih memahami perkembangan kepribadian, sangatlah penting bagi kita untuk melihat potensi adanya perubahan ciri-ciri kepribadianbaik dimasa kanak-kanak, remaja maupun dewasa. di masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa.
Seiring perkembangan tersebut, banyak kasus yang ditemui seperti kenakalan remaja, tawuran antar siswa, penggunaan narkotika, kehamilan remaja, aborsi, dan lain-lain, sebagai cerminan kepribadian manusia. Kepribadian diibaratkan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan yang mana satu sisi adalah kepribadian positif dan sisi lainnya kepribadian negatif, sehingga dibutuhkan kemampuan diri untuk merubah kepribadian yang negatif menjadi kekuatan positif untuk membangun diri. Membangun kepribadian manusia tidak pernah lepas dari peran pendidikandan pengasuhan orang tua yang diawali sejak usia dini.
Alicia Benavides Nieto dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa Kehidupan sosialisasi manusia dimulai sejak usia dini, karena temperamen awal merupakan peran mendasar dalam pengembangan kepribadian masa depan. Keluarga sebagai bagian terkecil dalam kehidupan anak yang sangat berperan penting dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal serta membantu pembentukan karakter anak sejak usia dini. Salah satu bentuk perhatian yang dapat dilakukan orang tua adalah bagaimana menjalin hubungan antara anak dengan orang tua serta lingkungan dimana ia berada. Pembentukan karakter tidak terlepas dari penanaman nilai dan moral pada anak , tentunya tidak terlaksana secara instan, tetapi memerlukan proses yang sangat panjang serta tahapan-tahapan yang dapat diterima oleh anak-anak untuk mencapai tujuan utama dalam hidupnya kelak. Keluarga merupakan salah satu lembaga pendidikan pertama dan terpenting dalam diri seorang anak, karena seorang anak dilahirkan dan dibesarkan dan berkembang hingga dewasa oleh orang tua. Dengan demikian, orang tua yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menentukan baik buruknya karakter anak. Dengan kata lain anak akan melakukan apa yang disampaikan orang tuanya, sehingga ketika pola asuh orang tua kurang akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Orang tua mempunyai peran penting dalam diri anak, pendidikan yang baik yang diperoleh anak di rumah sangat mempengaruhi perilaku positif dan nilai-nilai kehidupannya, selain itu salah satu motivasi eksternal siswa dalam belajar berasal dari orang tuanya. Oleh karena itu, para orang tua perlu secara serius terlibat dalam mendukung anak-anak pendidikan dan kesuksesan (Manson et all).
Beberapa faktor yang turut mendukung pola asuh orang tua yaitu, pola asuh orang tua yang positif, karakter orang tua serta nilai-nilai agama. Karakter orang tua yang dimaksud yaitu, kesabaran dalam mendampingi dan mengasuh anak, tidak emosional, serta tidak menggunakan kata-kata yang tidak pantas seperti kata-kata makian, sumpah serapah dan sebagainya. Sementara pola pengasuhan yang selalu menanamkan nilai-nilai agama yang diyakini seperti meningkatkan pola pembinaan dalam keluarga, menyediakan waktu untuk berdoa Bersama dalam keluarga, memotifasi anak untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan spriritualitas anak. Selain itu keterlibatan orang tua dalam proses Pendidikan anak juga penting guna mendukung kesuksesan anak. Sebuah peneltian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak tidak hanya berkontibusi dalam pembentukan karakter anak saat itu saja tetapi secara langsung meningkatkan motivasi mereka untuk berkomitmen kelak menjadi orang tua yang siap melakukan peran pengasuhan yang baik.
Berikut berapa peran orang tua dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak dalam keluarga yaitu:
1.Melibatkan anak dalam proses-proses diskusi dalam keluarga. Bicaralah secara terbuka dan beri mereka masukan mengenai keputusan, aturan, dan harapan keluarga.
2.Menghargai setiap proses pembelajaran anak, jangan mencela atau memarahi anak jika hasil belajarnya belum maksimal.
3.Mengajarkan anak bertanggungjawab atas kesalahan yang dibuatnya, jujur mengakui kesalahannya serta bagaimana cara memperbaikinya
4.Menghormati dan menunjukkan rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain, terutama orang yang lebih tua.
5.Manegemen marah. Mengajarkan anak untuk berespon secara positif ketika berhadapan dengan situasi yang membuatnya stress, rasa ingin marah, cobalah untuk tetap tenang, tarik napas dalam, dan bicarakanlah dengan bai kapa yang menjadi permasalahannya.
Jadilah orang tua yang kehadirannya memberikan rasa nyaman dan menyenangkan bagi anak, dengan demikian kita telah menciptakan karakter anak yang positif dimana saja dia berada dilingkungan tempat tinggalnya, disekolah tempat dia belajar, bahkan membentuk karakternya untuk siap menjadi orang tua yang baik.
