AMBON,Jemaat Syaloom,- Setelah sukses menjadi tuan rumah gelaran Konferensi Daerah (Konferda) AMGPM Daerah Kota Ambon Desember 2025 lalu, kini giliran Konferensi Cabang (Konfercab) IX dihelat pengurus Daerah Kota Ambon (Dakota) Cabang Syaloom, Minggu (1/2/2026). Konfercab IX menjadi ruang penting dan strategis karena salah satunya sebagai momen evaluasi secara kolektif struktural terkait program kerja pelayanan periode 2023-2025 hingga memilih pucuk pimpinan dan pengurus yang baru.
Sebelum dibuka oleh pengurus daerah, lebih dulu Konfercab IX diawali kebaktian bersama umat yang dipimpin Pendeta J.L Hursepuny di gedung Gereja Anugerah. Bobby Dias, Ketua AMGPM Cabang Syaloom pun menjadikan Konfercab IX sebagai klimaks pengabdian yang telah dijalani selama tiga periode selaku nahkoda. Karena itu dalam pidato, dia penuh haru mengulai kisah pelayanan panjang yang penuh dinamika dan tantangan.
“Ini menjadi waktu terakhir pengabdian saya sebagai pengurus lima periode. Banyak lika liku dan tantangan dihadapi tapi semua bisa tiba di tapal batas terakhir. Tentu tantangan kita kedepan sangat kompleks seperti masalah narkoba, judi, miras dan ketersediaan lapangan kerja bagi kader AMGPM,” tandas Dias. Sementara, Ketua bidang IV pengurus Dakota, Remon Tahapary saat membuka Konfercab IX AMGPM Cabang Syaloom menegaskan, Konfercab sesungguhnya mesti dimaknai sebagai akta iman untuk mempertanggungjawabkan tugas pelayanan yang telah dilakukan selama tiga tahun.
“Ini menjadi ruang bagi kita untuk menilai laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus Cabang, mendengar dan menerima laporan perkembangan ranting, menetapkan GBPP cabang tiga tahun, memilih Ketua dan Sekretaris cabang serta menetapkan keputusan-keputusan strategis organisasi lainnya,” tandas Tahapary. Sejumlah persoalan pemuda penting digumuli disesuaikan dengan garis-garis besar pokok program (GBPP) yakni peningkatan spiritualitas pemuda, kapasitas kader untuk menjawab kebutuhan orang muda Gereja hal wajib untuk digalakkan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang menuntut pemuda untuk menyesuaikan. Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom yang diwakili Pendeta Ny. Herna Lessil/Z juga pesankan sejumlah isu penting agar digumuli lewat Konfercab IX.
Mulai dari pentingnya penguatan spiritualitas kader, menggalakkan program pemberdayaan pemuda dan menguatkan finansial organisasi yang sejalan dengan GK3M. Selain itu, pentingnya pemuda yang kreatif dan inovasi dengan tidak menyalahgunakan media sosial, ditengah era perkembangan IT. “Kita tidak boleh kehabisan akal, perlu perubahan mindset di kalangan pemuda agar tidak tergilas IT. Tapi sebaliknya memberdayakan teknologi,” harapnya. Selain itu, Lessil juga berharap, Konfercab IX menjadi titik balik untuk merangkul semua pemuda Gereja. Jangan sebatas formalitas, tapi program sudah harus menjawab problem pemuda semisal miras, narkoba, seks bebas.“Terakhir dan tak kalah penting pada waktunya, pilihlah pemimpin AMGPM tiga tahun kedepan dengan penuh kasih dan takut akan Tuhan serta mampu bertanggung jawab,” pesannya. Diketahui, Konfercab IX sebagai forum legislatif tertinggi di tingkat cabang hadirkan perutusan empat ranting sebanyak sembilan orang serta badan koordinasi pelayanan (Bakopel) sebagai peserta biasa dan luar biasa, Majelis Sub Seksi Pemuda, serta pengurus daerah sebagai peninjau. (Devisi Website)
