Bagiakan Postingan :

AMBON, Jemaat Syaloom,- Jemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon sukses menjadi tuan rumah gelaran Konferensi XI Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon (Dakota), Minggu-Senin (7-8 Desember 2025). 

Mulai dari Kebaktian pembukaan di Gedung Gereja Anugerah yang dipimpin Pendeta Yondry Paays, seremonial Konferda yang dibuka Pengurus Besar (PB) dan dihadiri Walikota, sidang-sidang paripurna hingga pemilihan Ketua dan Sekretaris Daerah, semua dijalani tanpa hambatan. Hasilnya, usai menempuh waktu sidang kurang lebih 20 jam, Vembriano Lesnussa dipilih para peserta biasa dari delegasi 21 pengurus cabang, ranting khusus/Kategorial, para ketua majelis Jemaat, MPK dan PD demisioner sebagai Ketua AMGPM Dakota yang baru periode 2025-2030. Lesnussa, Ketua AMGPM Cabang Nazareth menjadi nahkoda baru suksesor Ivana Tuhumena setelah unggul 11 suara dari Jeffry Salakory, Ketua AMGPM Cabang Silo dengan perolehan 67 berbanding 56 suara. Sementara, saat prosesi pemilihan Sekretaris Daerah malah berlangsung lebih ketat dibanding Ketua. Duelnya antara Fenny Sairdama vs Andre Loupatty. Perolehan suara antar keduanya saling bertukar unggul.

Hingga akhirnya Sairdama, eks Bendahara I periode PD 2020-2025 unggul tipis hanya berselisih satu yakni mengantongi 56 suara. Sedangkan Loupatty, Ketua AMGPM Cabang Ebenhaezer meraup 55 suara. Keduanya pun langsung menyusun komposisi pengurus masa pelayanan 2025-2030 yang diisi 15 orang dan dilantik PB sebelum penutupan Konferda XI. Sebelumnya, Sekretaris Klasis GPM Kota Ambon, Pendeta Ado Titiahy saat pembukaan Konferda XI menekankan, di era kemajuan dunia digitalisasi dan gempuran berbagai dogma, ajaran yang kadang bisa mempengaruhi iman; belum lagi berbagai masalah dan penyakit masyarakat, krisis etika, moral, masalah atau krisis lingkungan menjadi tantangan dan mesti ditangkal dengan penguatan spiritualitas dan kapasitas seorang muda yang oke.

“Upaya pengembangan diri dilakukan agar bisa memanfaatkan peluang dan ruang yang tersedia agar berdayaguna bagi diri, Gereja, bangsa dan negara; baik dari sisi ekonomi, politik, mesti tetap menjadi prioritas. Pendidikan kader AMGPM menjadi sangat penting,” jelas Titiahy. Sementara, Walikota Ambon Bodewin Wattimena yakin Konferda XI ini selain akan menghasilkan keputusan strategis bagi organisasi kedepan baik program maupun kepemimpinan baru, tetapi menjadi ruang penting memperkuat posisi AMGPM Dakota agar terus membantu pemerintah kota mewujudkan Ambon Manise yang Toleran, Inklusif dan berkelanjutan. 

“Persoalan bentrok di kalangan pemuda akhir-akhir ini menjadi masalah serius yang menuntut keseriusan pemerintah menuntaskannya. Kami minta AMGPM Dakota membantu Pemkot, setidaknya dengan menciptakan kondisi harmonis dan menjaga Kamtibmas tetap kondusif di wilayah masing-masing,” pintanya.  Dukungan dari Ketua Majelis Jemaat, penghentar Jemaat, umat dan para senior serta civitas AMGPM di keempat ranting yang terlibat di panitia maupun relawan menjadi kunci utama gelaran agenda organisasi lima tahunan itu berjalan lancar dan sukses. (Devisi Web)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *